Terapi jus memiliki berbagai manfaat seperti mencegah penuaan dini , menghaluskan kulit , meningkatkan daya tahan tubuh , menangkal radikal bebas , dan mempercepat penyembuhan penyakit. Hanya terapi jus ini , akan bermanfaat maksimal bila berupa jus kombinasi.
Kasus penuaan dini , saat ini banyak dialami oleh orang . Tidak hanya terbatas wanita ,tetapi juga kaum pria. Sumber masalah penuaan itu sebenarnya karena radikal bebas yang makin gencar mempengaruhi semua sendi kehidupan kita. Akibatnya , banyak yang menjadi lebih tua dari usia yang sebenarnya. Radikal bebas dapat mengakibatkan penuaan dini , tetapi tanpa kita sadari dialam ini telah tersedia zat-zat yang dapat berguna untuk meredam radikal bebas. Zat-zat tersebut dapat diperoleh dari buah dan sayuran. Dalam buah dan sayuran terdapat kandungan gizi dan non gizi . Dalam zat gizi terdapat karbohidrat , protein , lemak , vitamin , dan mineral . Sementara , pada zat non gizi memiliki kandungan serat dan pigmen . Fungsi zat-zat itu tidak hanya mengubah vitamin A di dalam tubuh , tetapi juga dapat bersifat sebagai Anti oksidan dan Anti kanker . Hanya , dalam menyajikannya harus tepat, yakni di-blend. Ketika diproses dalam blender , kondisi buah dan sayuran harus dalam keadaan bersih , segar , dan sayuranpun masih dalam keaadan mentah . itulah yang dipahami saat ini sebagai terapi jus.
Terapi Jus akan bermanfaat maksimal jika berupa kombinasi , misalnya buah A , buah B ,dan sayuran . Kombinasi tiga bahan itu , menjadikan nilai gizinya lengkap. Perbedaan antara buah dan sayuran yang dikonsumsi langsung dengan yang dibuat jus terletak pada kehalusannya . Bila dikonsumsi langsung , pengunyahan tidak sehalus bila di-blend. Sehingga banyak zat yang belum pecah , kondisi ini memungkinkan enzim dalam tubuh tidak mampu mencerna. Akibatnya , nilai gizi dari buah itu tidak bisa terserap oleh tubuh .
Buah yang tidak bisa dicerna dalam system pencernaan akan mengalami pembusukan. Pembusukan tersebut membuat bau busuk pada saat buang gas. Bila yang busuk itu ada yang terserap tubuh , akan masuk ke hati . Saat itulah , hati harus kerja berat untuk menetralisir racun tersebut , akibatnya orang menjadi sering mengantuk , selalu merasa kecapaian , dan tidak bergairah menjalani hidup.
Dalam proses pembuatan jus kombinasi, kita harus memilih buah dan sayuran yang akan di blender , kemudian dicuci bersih dengan air matang . Baru masukan bahan-bahan tersebut kedalam blender ditambah dengan air secukupnya . Fungsi air tersebut , untuk membantu proses penyerapan . Dalam membuatnya tidak perlu ditambah zat pemanis , atau perasa lainnya .Rasa manis dapat diperoleh dari buah-buahan . Agar rasanya manis , pilih buah yang rasanya manis. Bila dalam jus ada rasa langu , tambahkan saja jeruk lemon. Penambahan itu akan menghilangkan rasa langu , yang diakibatkan oleh sayuran. Untuk membuat jus lebih segar tambahkan beberapa potong es batu dalam pemblendaran. Sebaiknya , jus yang telah dibuat harus langsung dikonsumsi, tidak boleh disimpan meskipun didalam kulkas.Karena dapat berakibat enzim menjadi terbuka , sehingga zat-zat yang dikandung di dalam buah dan sayuran menjadi rusak.
Terapi jus tidak dapat menyembuhkan, tetapi meningkatkan stamina seseorang. Bila stamina meningkat , bisa mendukung proses penyembuhan penyakit . Yang jelas , jus tidak memiliki efek Farmakodinamik . Misalnya buah belimbing untuk menurunkan tekanan darah. Bila orang memiliki tekanan darah normal , dia tidak akan turun tekanan darahnya hanya karena mengkonsumsi belimbing . Terapi jus tidak hanya baik diberikan pada orang sakit , tetapi juga bagus bagi orang sehat setiap hari . Demikian juga bagi ibu hamil dan anak-anak . Dengan minum jus , tubuh menjadi segar dan bergairah.
Sumber : Majalah Kartini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar